Rindu Di Balik Hujan

Rindu Di Balik Hujan By Nur Alam.
Rintik hujan mewakili rindunya pada seseorang. Pikirannya
terbang jauh menembus awan gelap. Termenung dibalik jendela menatap tiap
tetes air yang jatuh membasahi bumi. Sudah lama ia tidak bertemu dengan
pujaan hatinya. "Dia jauh di mata namun akan tetap dekat di hati dan juga
doaku"bisiknya. Winda hanya seorang anak biasa yang hidupnya sederhana.
Awal pertemuannya dengan Dito saat mereka sekolah ditempat yang sama. Dito
adalah kakak kelasnya dan setelah melalui banyak pendekatan akhirnya mereka
resmi jadian.

Seiring berjalannya waktu mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing
bahkan untuk bertemu sudah semakin sulit. Winda sibuk dengan urusan
kuliahnya sedangkan Dito sibuk dengan pekerjaannya. Winda sudah lupa kapan
terakhir dia bertemu dengan kekasihnya itu. Bahkan yang membuatnya semakin
galau karena komunikasi antara mereka yang sudah mulai jarang dilakukan.
"Aku sangat ingin tahu kabarnya, tapi aku tidak ingin menghubunginya
duluan. Aku tidak mau mengganggu urusannya" batinnya.

Sempat terpikir dihatinya mungkin Dito sudah melupakannya atau bahkan
menjauhinya. Tapi dia berusaha menepis rasanya itu, yang mampu dia lakukan
hanya berharap hubungannya akan tetap baik-baik saja. "Hmm hujannya sudah
reda yah" gumamnya. Winda segera beranjak dari tempat duduknya lalu
kembali merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Sambil menatap
langit-langit kamarnya dia pun mulai terbuai dalam mimpi indahnya.

Alarm handphonennya pun berbunyi yang membuatnya terbangun dari tidurnya.
Itu tandanya ia harus melaksanakan shalat subuh. Karena sudah memasuki musim
hujan, air yang ia pakai berwudhu sangat dingin. "Brr..dingiiinn sekali"
sambil merinding. Sehabis shalat, Winda segera membersihkan kamarnya hari
itu dia ada jadwal kuliah. Pagi yang tidak secerah biasanya, matahari nampak
tertutup oleh awan-awan yang mendung. Hawa dingin masih menusuk kulit sisa
hujan semalaman. "Mungkin hari ini akan kembali turun hujan, aku harus
segera berangkat ke kampus" sambil bersiap-siap ia berpamitan kepada kedua
orang tuanya dan adik bungsunya.
"Kamu tidak sarapan dulu sayang?" tanya Ayah. "Tidak Ayah, Winda
nggak sempat, lagian mau turun hujan" sambil memakai sepatu ia pun
melangkah keluar rumah. "Sayang, payungnya jangan lupa" teriak Ibunya.
"Oh iya makasih bu" sambil memasukkan payung ke dalam tasnya dia pun
berangkat naik angkutan umum.
Sampai di kampus tepat waktu, Winda pun mulai mencari-cari ruangannya.
"Winda...tunggu!" teriak Vivi dari kejauan sambil berlari. Sambil
menoleh dia pun menunggu temannya itu. "Win, kamu jalannya langkah seribu
cepat banget!" sambil mengatur napas. "Ya iyalah nanti kalau jalannya
kayak cinderella kapan sampainya ujung-ujungnya telat lagi" ucapnya sambil
terus berjalan. "Iya iya" ucap Vivi.
Mata kuliah hari ini telah selesai, akhirnya Winda bersiap-siap untuk
pulang. "Yah di luar hujan gimana nih Win?" ucap Vivi. "Kamukan di
jemput jadi tidak masalahkan" jawab Winda. "Iya tapikan kita harus jalan
keluar ke gerbang dulu". "Aku bawa payung ko' yuk!" sambil
mengeluarkan payung dari tasnya. "Horee, yuk!" ucap Vivi sambil
menggandeng tangan Winda. "Oh itu jemputan aku Winda, aku duluan tidak
apa-apakan?" tanya Vivi."Iya tidak apa-apa aku juga mau naik angkutan
umum tuh" sambil menunjuk sebuah mobil. "Ok bye Winda" ucap Vivi
sambil berlari. "Bye" Winda pun segera menaiki angkutan umum dan mobil
pun melaju.

"Hujannya lumayan deras" batinnya. Winda mulai memperhatikan hujan yang
turun di atas mobil yang dinaikinya. Biasanya dia bisa melihat senja tapi
kali ini sebaliknya. Sebagian orang yang didekatnya sibuk dengan urusan
masing-masing. Ada yang sibuk bercerita, main handphone, hingga ada yang
sampai ketiduran saking ngantuknya. Di pinggir jalan Winda melihat anak-anak
yang sedang berlarian sambil hujan-hujanan dengan ceria. "Hmm aku rindu
masa-masa itu" gumamnya sambil tersenyum tipis.

"Assalamualaikum" teriaknya di balik pintu. "Walaikumsalam" ucap
ibu sambil membuka pintu. "Kamu sudah pulang, ya sudah kamu jangan lupa
shalat dulu baru makan ya sayang" ucap ibunya. "Iya bu" sambil
melangkahkan kakinya menuju kamar. "Hmm hari ini hujan terus, tapi aku
juga menyukainya. Hujan yang membawa kedamaian dan juga rahmat-Nya". Winda
pun bersiap-siap melaksanakan kewajibannya. Setelah selesai dia pun menuju
dapur "Huaa..aku lapar sekali gara-gara tidak sarapan dan tidak sempat
jajan di kampus" sambil mengusap perutnya. "Wah..ada makanan kesukaanku
alhamdulillah" Winda pun makan dengan lahapnya.

Winda pun kembali ke kamarnya dan berniat untuk menulis sesuatu. "Suasana
dingin karena hujan membuatku terinspirasi saat ini" gumamnya. Dia pun
membuka laptop dan mulai memainkan keyboard, dengan lincah jemarinya menekan
tombol demi tombol entah apa yang ada dipikirannya.

"Ini kisah cinta yang rumit bagiku aku mencintainya. Seseorang yang
bagiku akan tetap menjadi satu-satunya dihati kecilku. Apapun yang dia
lakukan sangat berarti, sangat berkesan bagiku. Inikah cinta yang tulus? Ku
harap bukan cinta yang membodohi diri. Aku mencintainya dan akan tetap
seperti itu. Berapa banyak yang mengusik dan merayu aku tidak peduli. Tetap
dia dan selalu namanya terukir indah disana dalam hatiku" .
Sepenggal paragraf yang Winda tulis dalam karangannya mewakili perasaannya
saat itu.

Semoga suka dengan ceritanya😊📃

Nama Penulis: Nur Alam
Email: nhur.alam123@gmail.com. Biografi : Penulis: Hi, nama saya Nur Alam. Kuliah di Universitas Muhammadiyah
Makassar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.


Name

Abu Nawas Akibat Menyekutukan Tuhan Aneh Artikel besi menjadi jarum Cerita Anak Cerita Anak-Anak Cerita Beruang Cerita binatang Cerita Islami Cerita Lucu Cerita Rakyat Cerita Seru Cerpen Cerpen Jenaka Cerpen Nasehat Dongeng Anak Dongeng Ayam Dongeng Binatang Dongeng Pendek Dongeng Rakyat Gunung ikhlas Kancil Kancil dan siput keledai Kera menjadi raja Kisah Motivasi Kisah Syekh legenda Makna Sedekah Monyet Penggembala Dan Serigala peramal dan raja Persahabatan Psikologi Sahabat Nabi Sang Raja Bijak Sejarah si Kancil Tokek tukang gembok Tukang Kebun
false
ltr
item
CERPEN1: Rindu Di Balik Hujan
Rindu Di Balik Hujan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir7XS047H1R0H4LXm64w-dlFm_XiAzQ1LOSkISE5eed3YaEZbQSb5_y4oOYeE9LKSyontEhonzhaXRqkXUrVmpb-_DgAQc7LZn1rlzyFhzVyo0bh14BlCS9FiJ7LArPu4TXTgg_eLrFYQ/s400/Rindu+di+Balik+Hujan.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir7XS047H1R0H4LXm64w-dlFm_XiAzQ1LOSkISE5eed3YaEZbQSb5_y4oOYeE9LKSyontEhonzhaXRqkXUrVmpb-_DgAQc7LZn1rlzyFhzVyo0bh14BlCS9FiJ7LArPu4TXTgg_eLrFYQ/s72-c/Rindu+di+Balik+Hujan.jpg
CERPEN1
https://cerpen1---------------1.blogspot.com/2016/09/rindu-di-balik-hujan.html
https://cerpen1---------------1.blogspot.com/
http://cerpen1---------------1.blogspot.com/
http://cerpen1---------------1.blogspot.com/2016/09/rindu-di-balik-hujan.html
true
5524441644861334120
UTF-8
Not found any posts Not found any related posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU Tag ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Contents See also related Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy